Para Calon Jaksa pada Kejaksaan Negeri Mamuju (Rio Ramadhan Arifin, S.H., Yusuf B, S.H., Muhammad Askin Ali, S.H., dan Muhammad Ramzy Subakti, S.H.) menjadi pemateri dalam program Jaksa Masuk Sekolah di 4 sekolah di Mamuju yakni SMA 2 Mamuju, MAN 1 Mamuju, SMK Tiwikrama Mamuju, dan SMA 3 Mamuju. Pada program Jaksa Masuk Sekolah kali ini, Kejaksaan Negeri Mamuju mengangkat topik “Stop Judi Online” yang saat ini marak terjadi dan meresahkan masyarakat.
Judi online semakin marak di kalangan generasi muda dan membawa dampak negatif yang serius, seperti ketergantungan, masalah keuangan, hingga gangguan mental. Oleh karena itu, penting bagi Kejaksaan Negeri Mamuju untuk mengajak generasi muda menjauhi judi online dengan cara yang efektif.
Program Jaksa Masuk Sekolah dengan topik “Stop Judi Online” merupakan langkah preventif Kejaksaan Negeri Mamuju agar generasi muda di wilayah Mamuju dapat terhindar dari pengaruh buruk judi online. Para pemateri memberikan pemahaman kepada siswa-siswi bahwa judi online hanya akan memberikan dampak buruk seperti kecanduan, kehilangan kepercayaan diri, dan kerusakan hubungan sosial. Selain itu, para pemateri juga tidak lupa memberikan solusi agar terhindar dari pengaruh buruk judi online, yakni dengan mengajak siswa-siswi untuk menekuni hobi seperti olahraga, seni, atau kegiatan lainnya yang lebih bermanfaat.
Tidak hanya itu, Tim Jaksa Masuk Sekolah juga memberikan motivasi agar tetap semangat untuk belajar dan meraih cita-cita dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 yang merupakan visi besar Indonesia untuk menjadi negara maju, sejahtera, dan berdaya saing global pada tahun 2045—tepat 100 tahun setelah kemerdekaan.


